DEMO BBM" CIPAYUNG IMM UNISDA
PMII UNISDA, PMII UNISLA, HMI UNISLA,
Senin,
24 November 2014 17:59 WIB
surya/hanif manshuri
Tampak Ketua DPRD Lamongan,
Kaharudin membubuhkan tandatangannya di atas spanduk yang diusung gabungan
mahasiswa, IMM, PMII dan HMI sebagai bukti dukungannya terhadap penolakan
kenaikkan harga BBM, Senin (24/11/2014).
SURYA Online, LAMONGAN - Ratusan mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM),
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
bergerak bersama melakukan aksi demo menola penaikkan harga BBM, Senin
(24/11/2014).
Para mahasiswa underbow Muhammadiyah
dan Nahdlatul Ulama ini mengalami aksinya dari bundaran Adipura jalan
Lamongrejo - Jaksa Agung Suprapto seperti umumnya aksi berorasi dengan berbagai
tuntutannya."Kami tetap menolak kenaikkan harga BBM. Pemerintahan Joko
Widodo ternyata menyengsarakan rakyat,"tegas Wahyu Wibowo saat berorasi,
Senin (24/11).
Ketika tiba di Kantor Pemkab,
gabungan para mahasiswa ini mendaulat pemimpin tertinggi Lamongan agar
mau menemui dan membubuhkan tandatangannya sebagai bukti dukungannya terhadap
mahasiswa soal penolakan kenaikkan harga BBM.
Sayang, orang nomor 1 di Lamongan
itu, Fadeli tidak menemui pendemo. Dan diwakili Asisten Ekonomi dan
Pembangunan, Faiz Junaidi.
"Kabupaten Lamongan ini
mayoritas penduduknya adalah petani, nelayan dengan kemampuan ekonomi pas -
pasan,"tegas Wahyu.
Mereka saat ini telah dihadapkan
pada problema kenaikkan harga bahan pokok sebagai akibat kenaikkan harga BBM.
Pemerintah daerah, atau bupati harus ikut bertanggungjawab sekaligus harus
berani menolak kenaikkan harga BBM.
Mahasiswa akhirnya memaksa Asisten
Ekonomi dan Pembangunan untuk membubuhkan tandatangannya di atas sepanduk
sebagai bukti kalau bupati dan pemerintah Lamongan juga tidak mendukung program
pemerintah yang menaikkan harga BBM.
Puas dengan langkah Faiz yang
memberanikan diri membubuhkan tandatangannya sebagai bukti dukungannya terhadap
mahasisa yang menolak kenaikkan harga BBM, sekitar 200 mahasiswa ini berlanjut
untuk bergeser ke Gedung DPRD di Jalan Basuki Rahmad.
Di depan pintu gerbang DPRD, massa
ditemui langsung Ketua DPRD, Kaharudian dan sejumlah Ketua Fraksi PKB,
Sukandar, dan Debby Kurniawan dan sejumlah anggota DPRD. Namun hanya Kaharudin,
sang Ketua DPRD yang membubuhkan tandatangannya mendukung penolakan kenaikkan
harga BBM. Di bahu Jalan Basuki Rahmad, tepat di depan pintu gerbang DPRD,
Kaharudin membubuhkan tandatangannya di atas sepanduk.
“Apa yang menjadi aspirasi
masyarakat akan kita perjuangkan. Sikap DPRD Lamongan menolak kenaikkan harga
BBM. Sama dengan anda (mahasiswa, red), dan ini sama dengan harapan kita,”tegas
Kaharudin .
Tak hanya itu, Kaharudin juga
ditodong untuk menandatangani pernyataan sikap penolakan kenaikkan harga BBM di
atas kertas yang telah diformat para pendemo. Melihat hanya Ketua DPRD yang
tandatangan, sementara ada sejumlah Ketua Fraksi yang membuntuti Kaharudin,
massa meminta perwakilan PKB, PDIP untuk turut serta tandatangan.
Namun permintaan para mahasiswa itu
tidak direspon oleh PKB maupun PDIP.
“Ketua DPRD sudah cukup mewakili anggota DPRD semuanya,”elak Ketua Fraksi PKB, Sukandar dimana partainya masuk dalam koalisi Jokowi.
“Ketua DPRD sudah cukup mewakili anggota DPRD semuanya,”elak Ketua Fraksi PKB, Sukandar dimana partainya masuk dalam koalisi Jokowi.
Beberapakali mahasiswa berteriak
agar PKB dan PDIP yang ada di DPRD Lamongan ikut tandatangan tidak digubris. ‘Ayo
perwakilan PKB dan PDIP ikut tandatangan sebagai bukti pembelaan anda terhadap
rakyat kecil menolak kenaikkan harga BBM,”tegas pendemo. Namun, sebaliknya
teriakan itu ditanggapi dinggin wakil rakyat dan anggota DPRD dari PKB,
PDIP ini balik kanan masuk gedung dewan.
Massa akhirnya kembali membubarkan
diri. Ketika tiba di perempatan jalan timur gdeung DPRD, pendemo kembali
menggelar orasi tepat di tengah perempatan jalan hingga beberapa menit dan
akhirnya membubarkan diri.
Aksi para mahasiswa ini dijaga
superketan oleh anggota polres dengan melibatkan anggota dari polsek terdekat,
seperti Polsek Tikung, Deket, Sukodadi, Pucuk dan Lamongan Kota. Selama aksi
berlangsung tidak ada insiden menonjol yang membuat repot polisi
Baca selengkapnya di Harian Surya
edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA
Baca
Juga

Tidak ada komentar:
Posting Komentar